![]() |
| Source gambar: ini |
Rere adalah seorang anak manis berusia 10 tahun, ia bersekolah di Sekolah Dasar Negeri Bintang, dan sekarang sedang duduk di kelas 4.
Tidak seperti teman-teman sekolahnya yang setiap jam pulang bisa bermain ataupun istirahat, Rere justru harus membantu sang ibu berjualan kue di pasar.
Rere adalah anak yatim, ayahnya meninggal saat usia Rere 5 tahun, sehingga membuat Rusmini, ibunda Rere harus berjuang mencari nafkah demi menghidupi Rere dan adiknya, Rara.
Sebenarnya ibu tidak pernah menyuruh Rere untuk membantunya berjualan, tetapi karena rasa bakti dan sayangnya kepada orang tua, tanpa diminta ia turun tangan membantu ibunya.
Setiap hari sebelum subuh, Rere membantu ibunya membuat kue, setelah shalat subuh, ia membungkus kue-kue yang akan dijual.
Ibu Rere berjualan kue di pasar dan menitipkan di warung-warung tetangganya.
Rere dan adiknya bersekolah di SD yang sama, setiap pagi, Rere dibantu adiknya membawa sekotak besar kue untuk dititipkan di kantin sekolah.
Kehidupan yang sulit tidak membuat Rere menyerah, ia justru bertekad menjadi orang yang sukses agar bisa membahagiakan ibu dan adiknya.
Setiap hari sepulang sekolah, sembari membantu ibu berjualan, ia juga membawa buku pelajaran untuk dibaca dan dipelajari.
Alhamdulillah Rere dan Rara dibebaskan dari biaya sekolah, karena mereka bersekolah di SD Negeri.
Rere dan adiknya tidak pernah merasa minder walaupun sebagai anak penjual kue, karena mereka tahu bahwa berjualan kue adalah cara mencari rizki yang halal.
Ibu selalu berpesan, “Rere dan Rara anak ibu yang soleha, kalian jangan pernah merasa malu, apalagi minder sebagai anak penjual kue, karena berjualan kue adalah pekerjaan yang halal. Kalian boleh malu atau minder jika memiliki uang dari hasil mencuri atau melakukan hal yang dilarang oleh Allah.”
Kalimat itulah yang selalu memacu semangat Rere untuk lebih baik dan berprestasi. Rere dan Rara selalu menjadi juara kelas saat di sekolah.
Karena prestasinya, teman-teman dan para guru sangat menyayanginya. Ia sering mewakili sekolah mengikuti lomba cerdas cermat dan pulang membawa kemenangan yang mengharumkan nama sekolahnya.
Keterbatasan tak membuatnya menyerah, ia selalu semangat menuntut ilmu, datang paling pagi, dan duduk di depan menyimak secara tekun penjelasan gurunya.
Ibu sangat bangga kepada kedua anaknya, ia selalu mendo’akan keduanya agar menjadi anak yang soleha, sukses dunia dan akhirat.
Aku Rere, adalah anak penjual kue, dan itu tak menyurutkan semangatku menuntut ilmu dan menjadi orang yang sukses kelak.

0 komentar:
Posting Komentar