![]() |
| Sumber gambar: ini |
Alkisah di sebuah aliran sungai yang mengalir dengan tenang, hiduplah Kika si Ikan Nila.
Kika memiliki sahabat seekor kodok bernama Koko.
Mereka bersahabat sangat baik, Koko sering mengunjungi Kika di sungai..yaa, Koko si kodok adalah hewan amfibi atau hewan yang diberi keistimewaan oleh Allah dapat hidup di dua alam, yaitu di air dan di daratan.
Kika senang sekali jika Koko mengunjunginya dan mengajak bermain.
Koko sering bercerita mengenai betapa menyenangkannya hidup di daratan.
“Ka, hari ini aku melihat bunga-bunga liar yang merekah di dekat sungai..Masya Allah indah sekali, ada warna merah, kuning, oranye, dan merah jambu. Selain berwarna-warni, bunga-bunga itu memiliki bau yang sangat harum, wangiii sekali.” Cerita Koko pada suatu hari
Hari lainnya, Koko bercerita “Ka, hari ini aku lihat pohon apel yang tumbuh tidak jauh dari sungai ini mulai berbuah.”
“Keni si burung kenari pasti senang sekali, apel adalah makanan favoritnya.”
“Terus bagaimana rasa buah apel Ko?” Tanya Kika penasaran
“Rasanya enaaak sekali, manis dan renyah. Pantas saja Keni sangat menyukainya.”
Sejak saat itu, Kika selalu berangan-angan ingin tinggal di daratan, karena Koko selalu bercerita hal-hal menarik tentang kehidupan di darat.
Kika pun menjadi menyesali hidupnya yang membosankan di dalam air. “Ko, aku ingin hidup di daratan yang menyenangkan, aku bosan hidup di air". Begitu keluh Kika pada Koko sahabatnya.
“Jangan begitu Ka, hidup di sungai juga menyenangkan kok...semuanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.” Nasihat Koko pada Kika.
Kika tidak menghiraukan nasihat Koko, dan tetap berangan-angan hidup di daratan yang dianggapnya lebih indah dan menyenangkan daripada di air.
Suatu hari Koko mengajak Kika untuk mengunjungi rumahnya di daratan.
“Ka, kalau kamu penasaran, yuk kuajak main ke rumahku besok, mau gak??”
“mau..mau" jawab Kika dengan cepat dan bersemangat.
“Oke, besok pagi kamu kujemput ya!”
“Asyiiik...besok aku mau berpetualang ke daratan!” sorak Kika gembira
Akhirnya, hari yang dinanti Kika telah tiba, tepat pukul 07.00 pagi, Koko menjemputnya untuk berpetualang ke daratan.
Merekapun beranjak dari sungai ke daratan. Bagi Koko hal tersebut tidak masalah karena ia adalah hewan amfibi yang dapat hidup di air dan di darat.
Berbeda halnya dengan Kika si Ikan, yang hanya bisa hidup di air, baru saja naik ke daratan, sepuluh menit kemudian Kika sudah mengeluh kepada Koko.
“Ko..ko..berhenti, dadaku terasa sakit, aku tidak bisa bernafas disini..sesak sekali rasanya!” keluh Kika sembari memegangi dadanya.
“Kamu gapapa Ka???” Tanya Koko khawatir
“Sepertinya tidak Ko, dadaku makin sesak, tubuhku rasanya kering sekali..sangat tidak nyaman disini!” lanjut Kika sambil menggelepar di daratan
Koko sangat khawatir melihat keadaan Kika
“Ayo kita kembali saja ke air!” ajak Koko
“Iya Ko, ayo kita kembali saja, aku tidak bisa bernafas disini!”
Lalu Koko membantu Kika yang tampak kepayahan kembali ke dalam air.
Sesampainya di sungai, Kika pun mulai berenang dengan bebas, bernafas sebanyak-banyaknya dan memenuhi insangnya dengan oksigen. Seketika tubuhnya menjadi segar kembali.
Yaa..Kika, seperti ikan lainnya hanya dapat hidup di air, mereka bernafas dengan insang, yang khusus diciptakan Allah bagi hewan-hewan yang hidup di air untuk bernafas.
Oleh karena itu, saat diajak Koko ke daratan ia tidak dapat bernafas, karena insang khusus diciptakan untuk hewan air.
Sejak saat itu Kika menyadari bahwa air adalah tempat terbaik bagi dirinya, dan ia sudah tidak memiliki keinginan untuk pergi ke daratan lagi.

0 komentar:
Posting Komentar