![]() |
| Sumber gambar: ini |
Kici adalah seekor kelinci berbulu putih, bertelinga panjang, dan memiliki kumis kecil di mulutnya.
Kici tinggal di desa moci-moci. Tahukah teman-teman, desa moci-moci adalah sebuah tempat yang sangat indah di kaki Gunung Kerici.
Di sekitar Desa Moci-moci terdapat perkebunan wortel yang sangat luas..yaa, penduduk desa tersebut semuanya adalah kelinci seperti Kici, dan makanan kesukaan mereka adalah wortel segar..hmm..yummy..enak dan sehat sekali.
Hari ini adalah masa panen raya bagi penduduk desa, hamparan wortel-wortel lezat berwarna oranye yang cerah, siap untuk dipanen.
Setiap masa panen raya, penduduk desa Moci-moci memiliki kebiasaan untuk mengadakan lomba makan wortel.
Lomba tersebut disambut warga dengan sangat antusias, karena pemenang dari lomba tersebut akan mendapatkan Wortalo, sejenis wortel super yang sangat langka.
Wortalo adalah wortel yang sangat enak, rasanya manis, renyah, dan kandungan vitaminnya lebih tinggi dibandingkan wortel biasa, sehingga wortalo mampu menyembuhkan segala penyakit.
Kici sangat ingin menjadi pemenang dan mendapatkan wortalo untuk ayahnya Pak Lici yang sedang sakit.
“Bismillah, semoga aku bisa memenangkan lomba dan mendapatkan wortalo untuk ayah.”
Kici pun pamit kepada ayah ibu dan memohon do’a mereka.
“Ayah, ibu, do'akan Kici ya, Kici mau ikut lomba makan wortel. Do’akan agar Kici menang dan dapat wortalo agar ayah bisa sembuh.”
Ayah Lici merasa terharu dengan niat baik anaknya, ia berkata “terimakasih Kici anakku sayang, atas kepedulianmu kepada ayah, semoga Allah memudahkan semua.”
Ibu pun mendo'akan Kici agar menang, ia minta maaf karena tidak bisa menemani Kici ikut lomba karena harus menjaga sang ayah.
Kici berangkat ke lapangan tempat diadakannya lomba dengan semangat membara untuk menang agar ayahnya kembali sembuh.
Tepat jam 10 semua penduduk Desa Moci-moci berkumpul di lapangan untuk melihat lomba makan wortel.
Peserta lomba tahun ini berjumlah 30 ekor kelinci. Mereka semua berkumpul di sebuah meja besar yang disediakan oleh panitia lomba.
Pak Roci sang kepala desa membuka lomba tersebut dan menjelaskan ketentuannya.
“saudara-saudaraku penduduk Desa Moci-moci, pada hari ini kita berkumpul di sini untuk merayakan panen raya kita tahun ini, Alhamdulillah, hasil panen wortel kita tahun ini sangat baik.”
“Dalam rangka memeriahkan panen raya, seperti kebiasaan di desa kita dari tahun ke tahun, maka, pada hari ini akan diadakan lomba makan wortel yang berhadiah wortalo.”
“Ketentuan lomba adalah, siapa yang paling cepat menghabiskan dua kilogram wortel adalah pemenangnya.”
“Peserta tahun ini lebih banyak dari tahun kemarin, sejumlah 30 ekor kelinci.”
“Apakah semua peserta sudah siap???”
“Siappppp" koor para peserta kelinci
“oke, dalam hitungan ketiga, lomba makan wortel, akan dimulai.”
“satu!”
“Dua!”
“Ti...ga!”
Kici dan para peserta lomba pun bersemangat untuk menghabiskan wortel secepatnya.
Sekitar 15 menit kemudian para peserta terlihat kekenyangan, karena di awal mereka langsung makan sangat banyak wortel sehingga cepat kenyang.
Karena kekenyangan, satu demi satu para peserta duduk menyender sambil memegangi perutnya, tanda tak mampu melanjutkan lomba.
Pak Roci si kepala desa maju ke depan lapangan dan menyemangati para peserta.
“Ayo!!!! tinggal sedikit lagi, semangat habiskan wortelnya agar bisa dapat wortalo!!!!” Teriak pak Roci.
Para peserta menjawab “kami sudah sangat kenyang, tidak mampu melanjutkan.”
Pak Roci mengedarkan pandangannya ke seluruh peserta lomba, lalu matanya terkunci pada meja paling ujung tempat Kici duduk, ternyata wortel yang ada di hadapannya hanya tinggal satu.
“Wah, sepertinya kita akan segera mendapatkan pemenangnya, yaitu Kici anak Pak Lici.
Semua pandangan peserta dan penonton sontak menuju ke arah Kici, lalu mereka pun bersama-sama bersorak menyemangatinya.
“KICI..KICI..KICI..”
Dan saat wortel terakhir dihabiskan oleh Kici, pak Roci berteriak kencang.
“Dan pemenangnya adalaaaaahhhhh...KICI anak Pak Lici....selamaaaat"
Seluruh penduduk Desa Moci-moci pun bersorak gembira dan ikut merayakan kemenangan Kici.
Kici senang sekali “Alhamdulillah, aku menang, wortalo ini untukmu ayah, semoga engkau lekas sembuh.”
-Tamat-

0 komentar:
Posting Komentar