![]() |
| Source : ini |
Hembusan angin yang menerbangkan dedaunan kering seolah juga menghempaskan hatiku ke negeri antah berantah
Meninggalkan sebuah ruang kosong,
Senyap tak berpenghuni
Kusentuh pusara yang masih baru itu,
Wangi melati yang menusuk hidungku
Aroma tanah merah yang tertempa hujan seolah mengaburkanku
"Kirana Adinda Larasati“
Lahir: 12 Maret 1986
Wafat: 12 Maret 2016
Kutatap nanar nama yang tertera di papan nisan itu.. Ya, itu adalah nama mendiang istriku, ibu dari anakku yang baru berumur satu hari..
Kelak, ketika sudah siap, aku akan menceritakan kisahku..
Sebuah kisah yang menjadi penyesalanku seumur hidup..
Karena sesal selalu terjadi di akhir..
10 Maret 2011
"Saya terima nikah dan kawinnya Adinda Kirana Larasati dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan emas seberat 20gr."
"Sah" tanya pak penghulu
"Sah" tutur semua hadirin
"Alhamdulillah, barakallah kepada kedua mempelai"
5 tahun lalu, sebuah ikrar suci telah terucap dari lisanku, ikrar yang menggetarkan langit dan bumi karena pada hari itu semua tanggung jawab atas seorang wanita telah berpindah
Surganya bukan lagi pada kaki ibunya melainkan kepada ridhoku sebagai suami
Aku bertanggung jawab atas dirinya, kebahagiannya dunia dan akhirat karena aku telah mengambilnya dari keluarga yang menyayanginya
Perlindungannya telah beralih kepadaku dari tangan ayahnya.

0 komentar:
Posting Komentar