"Teh Marni makasih ya sudah menjaga Aisyah, maaf merepotkan" ucap Siti pada Marni "gapapa mb, saya seneng Aisyah disini, bisa nemenin Rina main"
"Oh iya, gimana kondisi Nani sekarang teh, udah dibawa ke dokter?", Nani adalah anak teh Marni yang paling kecil, usianya baru 3 tahun. Sudah 3 hari ini demam tinggi naik dan turun, lemah kondisinya. "Belum mba, masih nunggu kang Hasan gajian besok sore, baru dibawa ke dokter." Teh Marni menjawab sendu, kang Hasan suaminya adalah seorang buruh bangunan lepasan. Sebenarnya ia ingin membawa Nani ke dokter secepatnya, tetapi apa daya, uang mereka tidak cukup, harus menunggu gajian dulu, yang diberikan seminggu sekali oleh pak Mandor.. Ah, memang kesehatan bagi setiap insan adalah nikmat yang tak terhingga, apalagi bagi orang kecil seperti mereka.. sakit adalah sesuatu yang sangat mahal harganya..
"Ini teh", ujar Siti sambil mengangsurkan selembar uang berwarna biru miliknya satu-satunya. "Apa-apaan ini mb Siti?" Seru Teh Marni kaget... "ini, uang untuk ke dokter, kasian Nani udah sakit 3 hari" ujar Siti sambil memandang Nani yang sedang terbaring lemah di tempat tidur... Tanpa sadar, air mata teh Marni menetes, ia tahu Siti kondisinya jauh lebih tidak beruntung dibanding dirinya, yang masih memiliki suami sebagai sandaran.
"Gak usah mb, mb Siti lebih memerlukan daripada saya, insya Allah besok kang Hasan sudah gajian, jadi Nani bisa dibawa ke dokter" serunya sambil menahan haru dan buliran bening yang hendak menyeruak keluar dari matanya.
"Gapapa teh, saat ini teteh lebih memerlukan, kasian Nani sudah lemah begitu." Ucap Siti sedikit memaksa..
"Baa..baiklah, kalau begitu, tapi saya anggap ini uang pinjaman ya mb, insya Allah saya kembalikan jika kang Hasan gajian...makasih banyak ya mb." ucap teh Marni sedikit sesenggukan menahan haru.. betapa indahnya, memiliki tetangga yang baik.. tak heran Rasulullah bersabda dalam sebuah hadits "Di antara kebahagiaan seorang muslim di dunia adalah tetangga yang baik, rumah yang luas, dan kendaraan yang menyenangkan." (HR. Ahmad dan Al-Hakim)*.
"Iya teh Marni, sekarang saya pamit pulang dulu ya, sekali lagi makasih sudah mau dititipkan Aisyah." Ujar Siti sembari tersenyum. "Aisyah, kita pulang yuk nak, sudah mau Ashar, nanti kita shalat jama'ah." "Baik Bu", ucap Aisyah, "Tante, Rina, aku pulang dulu ya, besok kita main lagi"... "Ookee Syah", jawab Rina yang membuat Marni dan Siti tersenyum..
"Assalamualaikum" ucap Siti dan Aisyah kompak... "Wa'alaikumsalam", jawab Marni dan Rina.. tanpa Siti sadari, ada bulir-bulir bening menetes dari sudut mata Marni..."semoga Allah memberikan keberkahan kepadamu dan keluarga", begitu do'anya dalam hati...
To be continued
* Source: https://muslimah.or.id/685-menuai-pahala-dalam-hidup-bertetangga.html
Sebuah Kisah..Part 2
Home
»
Unlabelled
» Sebuah Kisah..Part 2
Share This To :
0 komentar:
Posting Komentar