Searching...
Kamis, 19 Juli 2018
Juli 19, 2018

Akibat Malas Menyikat Gigi

Source gambar: ini

Cerita ini terinspirasi dari sesi bercerita anak yang menjadi rajin menyikat gigi setelah dibacakan cerita dampak dari malas sikat gigi.

Ternyata lebih mudah mengajarkan anak melalui sebuah kisah daripada hanya sekedar kata "menyuruh" :)

Cerita 5/30

#AkibatMalasMenyikatGigi

“Kiki, ayo sikat gigi dulu nak"

“Nanti aja bu, Kiki udah telat nih, mau berangkat ke sekolah" begitu jawabnya kepada sang ibu

Ibu hanya menggelengkan kepala melihat anak laki-lakinya yang selalu beralasan jika disuruh menyikat gigi

“Bu, Kiki pamit dulu ya..Assalamu'alaikum!” ujarnya sembari mencium tangan ibunya

“wa'alaikumsalam, hati-hati di jalan ya nak.” Jawab ibu sembari mengelus kepala Kiki

“Oke bu.”

Kiki pun keluar rumah dan mengambil sepedanya.

“Dada ibu sayang!” teriak Kiki sembari mengayuh sepedanya dengan riang menuju sekolah.

Sekolah Kiki memang tidak jauh dari rumah, jadi setiap hari ia bersepeda menuju sekolahnya seperti yang juga dilakukan oleh teman-teman sekolahnya.

Di jalan ia bertemu dengan Anto,

“Hai Anto"

“Halo Kiki...eh Ki, kita balapan yuk, siapa yang duluan sampai di sekolah.”

“Nanti yang kalah harus traktir es coklat bude Yanti yaa..” lanjut Anto

“Oke, siapa takut!” ujar Kiki menjawab tantangan Anto
Lalu mereka berdua pun berlomba siapa yang lebih dulu sampai ke sekolah.

Oh iya, jangan bayangkan jalanan yang ramai seperti di kota ya teman-teman. Kiki dan Anto tinggal di sebuah desa yang tenang dan nyaman bernama Desa Sukamakmur.

Penduduk Desa Sukamakmur kebanyakan berprofesi sebagai petani, dan mereka menggunakan sepeda sebagai alat transportasi sehari-hari. “Demi menjaga agar udara tetap bersih dan badan menjadi sehat" begitu kata para sesepuh desa.

Kebiasaan bersepeda pun menular kepada seluruh penghuni desa tak terkecuali anak-anak.

Kembali kepada perlombaan Kiki dan Anto, siapakah pemenangnya?

Ternyata Kiki yang sampai lebih dahulu ke sekolah.

Anto pun menepati janjinya dan berkata kepada Kiki. “Ki, yuk kita ke kantin, aku mau traktir es coklat.”

“Asyik, alhamdulillah, makasih ya To.” Jawab Kiki

Keduanya pun asyik minum es coklat bude Yanti yang enak dan menyegarkan.

Setelah es coklatnya habis, mereka langsung masuk ke kelas.

Teng Tong, bunyi bel tanda masuk telah berbunyi, para siswa dan siswi termasuk Kiki dan Anto telah duduk manis di tempat duduknya siap untuk menerima pelajaran.

Pelajaran pertama adalah Matematika yang diajarkan oleh pak Edi. Beliau adalah seorang guru yang sangat baik, mengajar dengan sabar, menjelaskan dengan detail dan mudah dipahami, tipe guru yang sangat berdedikasi dengan pekerjaannya.

30 menit berlalu, tiba-tiba terdengar suara mengaduh kesakitan. Ternyata Kiki yang sedang mengaduh

“duuh, gigiku sakit sekali pak Edi, kepalaku jadi pusing!” begitu ujarnya dengan wajah pucat dan tangan memegangi pipinya.

Pak Edi kemudian membawa Kiki ke UKS untuk dicari tahu penyebab ia menjadi begitu kesakitan.

Ternyata setelah dicek, gigi Kiki berlubang cukup besar dan pipinya pun menjadi bengkak.

Karena melihat Kiki yang sudah tidak tahan lagi dengan sakitnya, pak Edi menelepon ibu Kiki dan memintanya untuk membawa sang anak ke dokter gigi.

Sekitar 45 menit kemudian, ibu Kiki sampai di sekolah dan langsung membawanya ke dokter gigi di puskemas Tanjung Sari.

Setelah mengantri sekitar 30 menit, merekapun dipanggil ke ruang periksa. Kiki merasa ketakutan melihat semua peralatan milik sang dokter.

“Siapa namanya adik manis, sini bu dokter periksa dulu, jangan takut ya.” Ujar sang dokter gigi sembari tersenyum ramah.

Setelah Kiki duduk manis, sang dokter memintanya untuk membuka mulut.

“Coba buka mulutnya, Aaaa.” ujarnya sembari menyontohkan

Lalu Kiki pun membuka mulutnya dan diperiksa oleh bu dokter.

“hmm, Kiki sayang, ini lubangnya sudah besar sekali dan harus dicabut. Tapi karena giginya masih sakit, bu dokter kasih obat dulu ya agar tidak sakit lagi, baru setelah itu bisa kita cabut.”

“Bu dokter mau tanya, Kiki selama ini rajin sikat gigi tidak?”

“ehmmm, tidak bu dokter, Kiki jarang sikat gigi, dan tadi pagi Kiki minum es coklat.”

Bu dokter tersenyum mendengar jawaban jujur Kiki.

“Ya, karena Kiki malas menyikat gigi, akhirnya giginya berlubang deh, apalagi tadi minum es coklat, jadi kuman-kuman di gigi senang sekali mendapat sumber makanan.” Bu dokter memberi penjelasan

“mulai sekarang jangan malas menyikat gigi ya, minimal dua hari sekali, dan setelah makan dan minum yang manis-manis, agar gigi Kiki sehat dan kuat.”

“Iya bu dokter, Kiki janji deh gak malas lagi sikat gigi. Ternyata sakit gigi itu gak enak....hiii" ujarnya sambil menggoyangkan kepalanya

Ibu dan bu dokter tersenyum mendengar perkataan Kiki.

Nah teman-teman pembaca, jangan malas ya menyikat gigi, agar gigi kita menjadi sehat dan kuat 😊.

#30DaysEmakMendongeng2

0 komentar:

Posting Komentar

 
Back to top!