![]() |
| Source : ini |
Bunyi notifikasi masuk ke gawaiku, (calon) konsumenku memesan ayam geprek disebuah restoran milik pesohor yang terkenal itu..
Oh ya, aku belum memperkenalkan diri, namaku Paijo Hastono, seorang ojek online khusus order makanan pada sebuah jasa transportasi online. Beginilah pekerjaanku sehari-hari, menerima pesanan makanan, membelikan, dan mengantarkan ke rumah konsumenku yang bahasa kerennya dibilang "Ojek Online Makanan".
Kulihat daftar pesanannya; "ayam geprek 10 porsi, jamur geprek 3 porsi, dan tahu tempe 2 porsi"... total sekitar dua ratus ribu rupiah. Kutelepon calon konsumenku untuk memastikan pesanannya.
"kring..kring..", duh, kok panggilanku tidak diangkat, kucoba telepon kembali, akhirnya pada dering kelima baru diangkat
Saya: "Siang Bu, saya dari ojek online, mau konfirmasi pesanan."
Konsumen: "iya, cepetan pak dianternya, jangan lama-lama.!"
Saya: "ba..baik Bu.'
Lalu sambungan pun diputus, "duh, galak amat nih calon konsumennya, semoga aja bisa cepat."
Sebenarnya ingin kutolak orderannnya, karena perasaanku mengatakan orangnya kurang sopan, tapi kuurungkan niatku, total pesanannya besar dan biaya antarnya juga besar, jadi poinku bisa nambah. Aku sedang butuh uang untuk persalinan istriku.. ya, istriku yang amat kusayang sebentar lagi akan melahirkan anak pertamaku, di satu sisi aku senang, di sisi lain, aku sudah membayangkan besarnya nominal yang harus disiapkan untuk menyambut buah hati kami, apalagi kata bidan posisi calon bayiku sungsang, jadi kemungkinan akan operasi.
Kupacu motorku secepatnya ke restoran itu. Duh antri sekali, mau pesan saja sudah antri panjang.
Setelah lima belas menit mengantri, akhirnya sampailah aku di depan kasir. Kutunjukkan pesanan yang ada di aplikasi kepadanya.
"Jamurnya abis bang, tahu tempenya juga", ujar si kasir. "Duh, gimana ini, cuma ada ayamnya aja.", Segera kutelepon konsumenku
Saya: "Bu maaf, jamur dan tahu tempenya habis, adanya cuma ayam doang."
Konsumen: #*'#"@$ (menggerutu) ya udah saya cancel aja ga jadi pesan..
Tut..Tut..Tut.. panggilan pun diputus...

0 komentar:
Posting Komentar