Allahu Akbar.. Allahu Akbar
Allahu Akbar.. Allahu Akbar
Azan Ashar berkumandang, memanggil setiap insan beriman untuk melaksanakan shalat, bersujud, dan duduk bersimpuh dalam kesyahduan.. Meninggalkan sejenak beban kehidupan yang kadang terasa sulit untuk dipanggul, memohon pertolongan hanya kepada Sang Maha Penolong.. Memanjatkan untaian do'a dengan sepenuh pengharapan hanya kepada Allah..
Siti duduk bersimpuh, menengadahkan tangan, berdo'a dalam kepasrahan seorang hamba "Ya Allah, yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, sesungguhnya Engkau tidak akan memberikan hamba cobaan diluar kemampuan hamba, kumohon berikanlah jalan terbaik bagi keluarga kami.. Terbaik bagi dunia dan akhirat kami... Aamiin ya rabbal'alamiin".
Tanpa terasa, bulir bening menetes dari kedua matanya, ketenangan melingkupi relung hatinya, Siti yakin pertolongan Allah akan selalu bersamanya karena ia percaya bahwa "Allah tidak akan membebani seseorang kecuali sesuai dengan batas kemampuannya." (QS: Al Baqarah: 286).
"Aisyah, yuk kita do'akan bapakmu bersama, agar Allah mengampuni dosa dan khilafnya selama hidup dan memberikan tempat terbaik bagi bapak." ucap Siti kepada Aisyah, lalu dia melihat mulut kecil Aisyah berdo'a.. Sesuatu yang menjadi keinginan almarhum Jarwo selama ini, memiliki anak soleh dan soleha yang selalu mendo'akannya dikabulkan oleh Allah.. Tanpa sadar airmatanya kembali menetes.. "aku memiliki harta yang tak ternilai di dunia yang akan selalu mendo'akan kami orangtuanya, betapa beruntungnya."
Setelah selesai Shalat Ashar berjama'ah dengan Aisyah, Siti pun beberes kontrakan mungilnya. Tidak banyak yang dilakukan, hanya menyapu dan mengepel. Aisyah membantunya untuk mencuci piring.
"Assalamualaikum, ibu, Aisyah? " seru Fatih, anak kedua Siti.."eh, mas Fatih udah pulang." seru Siti. "udah makan siang belum nak?, minum dulu, pasti capek." ujar Siti sembari mengambilkan segelas air untuk Fatih. "udah bu, kan tadi dimasakin nasi goreng sama kak Ani." jawab Fatih sambil mencium tangan Siti lalu menerima gelas dari ibunya. "Ibu udah makan?", tadi kak Ani juga udah siapin sepiring buat ibu." lanjutnya
"Oh iya, ibu belum makan, yuk kita makan bareng" ujar Siti sambil mengambil sepiring nasi goreng yang ada di dapur. "ga usah bu, ibu aja yang makan, tadi pas Fatih ke mesjid dikasih gorengan sama kakek Muhammad.. udah kenyang Alhamdulillah.".. Ooh begitu ujar Siti, " yuk Aisyah temani ibu makan." "aku juga kenyang bu, tadi makannya udah banyak hehe." jawab Aisyah
"Ya udah kalau begitu, ibu makan dulu ya.. Bismillahirrahmanirrahim. "
"Assalamualaikum" ujar Ani, "Wa'alaikumussalam" jawab Siti, Fatih, dan Aisyah bersamaan.
"Eh Ani, istirahat dulu nak, pasti capek abis ngajar?" tanya Siti sambil memandang putri sulungnya. Ani sering diminta tolong untuk mengajar anak tetangganya dan ia senang melakukannya.. Setiap ditanya, Ani akan menjawab "aku seneng bu ngajarin orang, kan cita-citaku mau jadi guru hehe."
"Oh iya bu, ini ada titipan dari bu Neneng." ujar Ani sambil menyerahkan sebuah amplop putih.. Melihat amplop tersebut, Fatih menepuk dahinya dan bilang "hampir aja lupa, tadi kakek Muhammad nitip amplop juga, katanya dapat titipan dari jama'ah mesjid, maaf ga bisa anter sendiri kata kakek." kakek Muhammad adalah pengurus mesjid yang berlokasi di dalam komplek mewah, dekat kontrakan mereka. Fatih mengambil selembar amplop putih dari tasnya, dan menyerahkan ke Siti.
Siti membuka kedua amplop tersebut dan matanya terbelalak, kedua amplop tersebut isinya adalah uang dan jumlahnya mencapai satu juta rupiah...
Sebuah Kisah.. Part 3
Home
»
Unlabelled
» Sebuah Kisah.. Part 3
Share This To :
0 komentar:
Posting Komentar